Kupas bawang/petik bawang merah ternyata menjadi pekerjaan yang menggiurkan. Pada musim panen seperti sekarang ini, muncul pekerjaan musiman yg bagi warga merupakan hal yang menggembirakan dan jadi pekerjaan yang menguntungkan.
Dengan cukup berbekal pisau atau gunting, pekerjaan ini dapat dilakukan. Modal utama adalah kemauan dan tekat serta ketekunan. Tentunya, juga kesehatan fisik juga menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi.
Tidak ada batasan usia, dari anak, dewasa sampai lansia semua dapat melakukan kupas bawang. Tidak juga ada sekat gender karena baik laki-laki maupun perempuan semua diperbolehkan. Upahnya pun menggiurkan, per kilogram bawang kupas akan mendapat upah Rp700,00, bahkan dari pemberi kerja ada yang memberikan upah bersih sampai Rp1.000,00.
Jam kerjanya pun tidak ada ketentuan dan batas waktu. Ada yang dari pagi hari sampai larut malam bahkan sampai dini hari karena mengejar perolehan dan target petikan bawang merah.
Buruh Petik bawang umumnya warga lokal di sekitar pemilik bawang merah, meski ada beberapa orang yg berasal dari warga luar desa dan sudah menjadi profesi mencari tempat bekerja petik bawang sampai luar desa.
Untuk pendapatan harian setiap buruh bervariasi tergantung keterampilan. Bagi yang sudah terampil, sehari mampu memperoleh pendapatan lebih dari Rp100.000,00. Pendapatan tersebut sudah bersih karena makan dan minum sudah disediakan dari pemilik bawang merah. Buruh tersebut tidak permanen dan jadi kerja musiman ketika musim panen bawang merah tiba. Pada saat tidak musim panen mereka melaksanakan pekerjaan lainnya.