Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

API YIA Salurkan Perahu Karet Perkuat SAR Perairan Kulon Progo

Admin Web OPD
Berita
31 Juli 2026 07:21:32

Image Berita


PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Bandara Internasional Yogyakarta menyerahkan bantuan peralatan Search and Rescue (SAR) perairan (water rescue) kepada Yayasan SIGAP Lintas Batas Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan kondisi darurat.

Penyerahan bantuan sarana evakuasi berupa satu unit perahu karet dan satu unit motor tempel berkapasitas 25 PK tersebut berlangsung di Ruang Menoreh, Kantor Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Selasa.

General Manajer Bandara Internasional Yogyakarta Muhammad Thamrin di Kulon Progo, Selasa, mengatakan penanganan kebencanaan di wilayah perairan membutuhkan kesiapan sarana, kompetensi personel, serta koordinasi yang solid antar-instansi.

 

“Bantuan unit perahu karet dan motor tempel ini diharapkan dapat mendukung operasional Yayasan SIGAP Lintas Batas dalam kegiatan pencarian, pertolongan, dan evakuasi, khususnya pada kondisi kedaruratan di wilayah perairan Kabupaten Kulon Progo,” kata Thamrin.

Ia mengatakan penyerahan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen serta sinergi antara PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan para relawan kemanusiaan.

Sinergi multisektor ini diharapkan mampu menghasilkan respons yang cepat dan tepat saat terjadi situasi darurat atau bencana alam di wilayah perairan Kulon Progo dan sekitarnya.

Thamrin menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Kulon Progo, BPBD, serta Yayasan SIGAP Lintas Batas atas dedikasi dan peran aktif mereka dalam upaya mitigasi dan kemanusiaan.

“Semoga peralatan ini dapat dikelola, dirawat dan dimanfaatkan secara optimal, sehingga memberikan manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat luas,” katanya.

Melalui dukungan sarana SAR ini, PT Angkasa Pura Indonesia berharap hubungan kerja sama dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di Kulon Progo terus terjalin secara berkelanjutan demi menguatkan sistem penanggulangan bencana daerah.

Acara penyerahan bantuan tersebut juga dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, pengurus BPBD Kulon Progo, pengurus Yayasan SIGAP Lintas Batas, serta jajaran manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Regional IV dan Kantor Cabang Bandara Internasional Yogyakarta.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengatakan pengajuan bantuan ini dilatarbelakangi potensi ancaman megathrust yang sempat menjadi perhatian intensif pemerintah daerah. Walaupun ancaman tersebut belum terjadi, ia mengingatkan agar jajaran terkait dan masyarakat tidak lengah dalam mempersiapkan mitigasi bencana secara komprehensif.

"Saya masih ingat bener waktu itu kita pertama kali mengupayakan adanya ini, karena masih terngiang-ngiang di kuping saya Kulon Progo termasuk mau ada bencana megathrust," kata Agung.

 

 

Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti kendala akses evakuasi di kawasan sekitar Yogyakarta International Airport (YIA). Mengingat kawasan selatan bandara memiliki aturan ketat dan tidak memperbolehkan lintasan terbuka di atas runway, Pemkab Kulon Progo berkoordinasi dengan Bapperinda, serta pihak Angkasa Pura untuk merancang pembangunan shelter evakuasi di luar kawasan inti bandara, khususnya di sisi tengah dan timur.

Menurutnya, pembangunan shelter vertikal ketinggian minimal sekitar delapan meter sangat krusial untuk melindungi warga di kawasan rawan pesisir.

Ia menegaskan agar fungsi shelter nantinya benar-benar steril dan dikelola secara tepat demi kepentingan kemanusiaan, serta tidak disalahgunakan untuk fungsi komersial, seperti kafe atau tempat wisata.

"Memang itu harus dijaga bener. Nanti dibuatkan malah jadi wisata apa namanya, kafe shelter, gardu pandang. Jangan, ya. Faktornya ini soalnya kemanusiaan, sudah menjadi kewajiban kami," tegasnya.

 

Source: Antara

WhatsApp Chat